Kritik Anies-Sandi Membuat Artis Cilik Tina Toon Di Bully

Kritik Anies-Sandi Membuat Artis Cilik Tina Toon Di Bully

restorepima.com – Bekas Artis Cilik Tina Toon menyikapi kabar berita di media berkaitan keputusannya untuk maju berubah menjadi caleg DPRD DKI Jakarta dari PDIP pada Pileg 2019 yang akan datang. Dia mengklarifikasi banyak hal, termasuk juga tujuannya untuk mengawasi pemerintahan.

” Pekerjaan legislatif untuk mengawasi eksekutif jadi di-comment banyak yang katakan Tina Toon ingin jadi pemimpin, ha-ha-ha salah-salah, itu eksekutif bukan legislatif, nah manfaat legislatif itu pengawasan ke pemerintahan, ” katanya pada JawaPos. com, Kamis (19/7).

Lalu, tentang kritikannya pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Wakil Gubernur Sandiaga Uno, pelantun lagu Bolo-bolo itu menyebutkan hanya pendapat serta input. Menjadi warga, pastinya dia ingin bangun Jakarta berubah menjadi sangat baik.

” Lantas disebut ‘wah belumlah apa-apa telah masukan Pak Anies, Bang Sandi’, menurut saya masukan yang bangun serta pendapat dari kita itu terpenting lho. Anggaplah input serta yang dirasakan dari warga untuk membangung Jakarta yang sangat baik, ” jelas dia.

Menurut dia, tidak ada yang salah bila anak muda ingin bergerak, berjuang serta bekerja untuk rakyat. Tetapi, dia msngaku masih tetap memang perlu belajar serta input.

” Saya juga meyakini banget lah pemimpin Jakarta kita saat ini Anies-Sandi mensupport anak muda untuk juga berpolitik serta tidak apatis, ” tegasnya.

Diakuinya, dengan hadirnya milenial pastinya tidak kalah dapat memberikan sumbangsih untuk pembangunan negara serta kesejahteraan bersama-sama dan banyak orang.

” Karena itu jika yang katakan anak tempo hari sore atau anak muda tidak ada dalamnya mending diem saja. Oleh sebab anak muda banyak yang apatis, serta saya ada dari sini untuk dapat membawa anak muda perduli serta melek politik, bukan sekedar diam nonton serta marah-marah di media sosial, ” papar Tina.

Dia mengemukakan, beberapa artis yang maju caleg tidak cuma mempunyai modal bukan popularitas, tetapi juga kemampuan. Tina sendiri memandang kritikan beberapa netizen merupakan suatu latihan untuk menguatkan mentalnya menjadi anak muda.

” Jadi buat netizen yang masukan, pendapat,, serta apa pun yang bangun terima kasih banget, banget, banget. Yang ngatain serta bully, serta yang gunakan beberapa kata kasar hingga sampai binatang saya kira belumlah kenal, serta terima kasih untuk melatih mental anak-anak muda seperti saya untuk berani serta tahan mental he-he-he. Ingat, tidak suka merupakan bentuk cinta yang terlambat, ” katanya.

Awal mulanya di beritakan, Tina yang barusan mendaftarkan menjadi caleg, rupanya telah mempunyai deretan kritikan buat Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Menurut dia, beberapa persoalan yang awal mulanya tidak ada berubah menjadi ada semenjak kedua-duanya memimpin.

"Itu jika di Kelapa Gading ya, di Dapil saya, (dahulu) banjir masih tetap dikit. Saat ini, tidak tahu mengapa sejak ubah pemerintahan, dua jam tiga jam empat jam (hujan), dahulu sepanjang hari hujan, tidak banjir. Saat ini naik se-mata kaki, bahkan juga tempo hari se-dengkul. Ada apanih? ” tutur Tina waktu didapati JawaPos. com di kantor KPU DKI Jakarta, Selasa (17/7).